PALI, DempoNews.id – Gabungan ketua organisasi pers di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mempertanyakan penggunaan sumber air dalam kegiatan survei Seismik 3D Peony yang dilaksanakan SKK Migas bersama PT Pertamina EP melalui PT BGP Indonesia.
Gabungan organisasi pers tersebut terdiri dari Ketua PJS PALI Eddi Saputra, Ketua JMSI PALI Heru Martin, Ketua SWI PALI Yoga, dan Ketua PWRI PALI Syamsudin. Mereka mendatangi kantor PT BGP Indonesia di Jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (13/8/2026).
Kedatangan para ketua organisasi pers itu untuk meminta penjelasan mengenai teknis pelaksanaan survei seismik, khususnya terkait penggunaan air dalam proses pengeboran (drilling) untuk menempatkan sumber getaran seismik atau source di bawah permukaan tanah.
Sejumlah hal menjadi perhatian, mulai dari asal sumber air, volume air yang dibutuhkan, hingga mekanisme pengambilan dan pengelolaannya di lapangan. Mereka juga mempertanyakan kemungkinan adanya penggunaan air yang berasal dari sumur milik masyarakat.
“Penggunaan air dalam kegiatan survei seismik perlu menjadi perhatian serius. Kami mempertanyakan dari mana sumber air yang digunakan, berapa kebutuhan airnya, serta bagaimana perizinan dan pengelolaannya di lapangan,” ujar gabungan ketua organisasi pers tersebut.
Menurut mereka, keterbukaan informasi penting dilakukan agar kegiatan eksplorasi migas tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama jika dalam pelaksanaannya terdapat pemanfaatan sumber air milik warga.
“Jangan sampai kegiatan survei seismik justru berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat. Pemerintah dan pihak pelaksana harus memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sumber air, volume penggunaan, serta langkah-langkah untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap kebutuhan air warga,” lanjut mereka.
Selain sumber dan volume air, mereka juga mempertanyakan mekanisme apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat pengambilan air dari sumur masyarakat. Menurut mereka, perlu dipastikan apakah penggunaan tersebut telah melalui sosialisasi dan persetujuan pemilik sumber air, termasuk kejelasan mengenai kompensasi atau bentuk penggantian apabila pemanfaatan tersebut menimbulkan dampak terhadap sumber air warga.
“Kami sebagai organisasi wartawan mendorong adanya transparansi dan pengawasan terhadap kegiatan tersebut. Jika memang seluruh prosedur dan ketentuan sudah dipenuhi, tentu tidak ada alasan untuk menutup informasi kepada publik. Namun, apabila ada penggunaan sumber air masyarakat tanpa kejelasan, hal itu harus segera ditindaklanjuti dan diklarifikasi secara terbuka,” tegas mereka.
Dari Prabumulih dan PALI, Tiga Sumur Baru Siap Dongkrak Produksi Migas Nasional
Mereka juga menilai penggunaan air tanah maupun air permukaan untuk kegiatan usaha perlu memperhatikan ketentuan perizinan serta aturan pengelolaan sumber daya air yang berlaku.
Karena itu, pihak pelaksana diminta memberikan penjelasan mengenai sumber air yang digunakan dalam kegiatan Seismik 3D Peony serta memastikan seluruh proses di lapangan dilaksanakan sesuai ketentuan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, PT BGP Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait pertanyaan tersebut. Saat rombongan ketua organisasi pers mendatangi kantor PT BGP Indonesia, tidak terdapat pihak perusahaan yang dapat memberikan penjelasan.
Dengan demikian, sejumlah pertanyaan mengenai sumber air, volume penggunaan, mekanisme pengambilan, serta prosedur pemanfaatan air dalam kegiatan Seismik 3D Peony masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak pelaksana.
Redaksi DempoNews


2 thoughts on “Survei Seismik 3D Peony Disorot, Organisasi Pers PALI Pertanyakan Penggunaan Air”